Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • Database Penelitian dan Pengembangan
blog-img-10

TCC SUNTIK (TIM GERAK CEPAT SATU RUMAH SATU JUMANTIK)

  • Latar Belakang/Isi
  • Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan upaya
    kesehatan dasar. Puskesmas juga merupakan unit pelaksana Teknis Dinas
    Kesehatan Kabupaten/Kota adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
    menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
    perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif

    dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
    tingginya di wilayah kerjanya. Begitu juga dengan UPTD. Puskesmas Teluk

    Sasah yang merupakan puskesmas perkotaan yang sudah seharusnya
    memiliki terobosan-terobosan inovasi yang biasanya didalamnya ada
    program-program unggulan, tidak terkecuali program Pencegahan dan
    Pengendalian Penyakit Menular.
    Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di UPTD.
    Puskesmas Teluk Sasah yang selalu menjadi perhatian setiap tahunnya
    adalah Penyakit Demam Berdarah Dengue. Di wilayah kerja Puskesmas Teluk
    Sasah Kasus DBD selalu mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Pada tahun
    2019 kasus DBD di wilayah Kerja Puskesmas Teluk Sasah mencapai 35 kasus,
    dan pada Tahun 2020 terdapat 32 kasus satu diantaranya meninggal dunia.
    Setelah dianalisa lebih lanjut permasalahan ada karena kurangnya
    kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN (Pemberantasan Sarang
    Nyamuk). Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan PSN, UPTD.
    Puskesmas Teluk Sasah memberikan wadah komunikasi, informasi dan
    edukasi kepada masyarakat tentang PSN serta meningkatkan koordinasi
    dengan semua pihak yang berkepentingan dalam menurunkan angka
    peningkatan DBD. Atas dasar tersebut UPTD. Puskesmas Teluk Sasah
    membuat suatu inovasi dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
    DBD yaitu TGC-SUNTIK (Tim Gerak Cepat - Satu Rumah Satu Jumantik). Kegiatan- kegiatan yang terangkum dalam TGC- SUNTIK sebenarnya sudah
    kita terapkan, hanya saja belum terkoordinasi dengan baik. Untuk itu diawali
    dengan terakreditasinya (Madya) pada akhir tahun 2017, UPTD. Puskesmas
    Teluk Sasah berusaha terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai lintas
    program dan lintas sektor termasuk dalam upaya Pencegahan dan
    Pengendalian Penyakit DBD hingga pada akhir tahun 2020 tercetuslah suatu
    inovasi yang bernama TGC-SUNTIK .
    Tantangan paling besar dalam menangani penyebaran penyakit adalah
    pola piker atau cara pandang masyarakat yang sangat sulit diubah. Persepsi
    di DBD bahwa untuk mencegah DBD dengan Fogging adalah kesalahan besar
    yang harus diubah di masyarakat, harapan dengan adanya TGC SUNTIK ini
    dimulai dari pengawasan dan tindak lanjut berupa punishment bersama dapat
    merubah perilaku masyarakat untuk mau melakukan pola hidup sehat
    bersama sama untuk melindungi masyarakat dari penyakit DBD.
    TGC SUNTIK dirancang untuk dapat dilaksanakan secepat mungkin,
    dalam waktu 1 bulan bahkan kurang TGC SUNTIK ini bisa langsung
    dieksekusi. Mengingat pentingnya pencegahan kasus DBD sehingga perlu
    mendapatkan tindak lanjut segera karena cepatnya penyebaran penyakit
    DBD. Dimulai dengan rapat internal Pemegang Program yang diinisiasi oleh PJ
    Program Surveilans Puskesmas, dilanjutkan dengan menghubungi Lintas
    sektor terutama RT/RW dan Kelurahan/Desa serta Kecamatan dan tentu saja
    KADER, TGC SUNTIK langsung dilaksanakan. Dan hasilnya akan langsung
    dirasakan oleh masyarakat dengan berkurangnya nyamuk di lingkungannya.
    Namun yang masih perlu diperhatikan adalah pengawasan setelah PSN yang
    dilakukan serentak yang biasanya diabaikan oleh masyarakat setelah tidak
    ada lagi kasus DBD dan berkurangnya nyamuk. Untuk itu dirasa perlu dibuat
    program pengawasan sebagai lanjutan dari PSN yaitu Publikasi Foto,
    pemasangan stiker serta Reward dan Punishment sebagai bagian dari Inovasi
    TGC SUNTIK ini.

  • Tujuan
  • ? Mensosialisasikan TGC dan satu rumah satu jumantik di Pemerintahan Daerah (Desa/Kelurahan) Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Teluk Sasah sehingga mampu memotivasi masyarakat dalam pelaksanaan PSN ? Melaksanakan koordinasi dan kerja sama antara Tim Gerak Cepat. ? Mensosialisasikan dan terlaksananya satu rumah satu jumantik dalam setiap keluarga dan masyarakat ? Melakukan publikasi foto setiap rumah yang saat diperiksa ditemukan jentik dan pada akhirnya memaksa setiap keluarga dan masyarakat melakukan PSN. ? Pemasangan stiker PSN yang merupakan penerapan satu rumah satu jumantik

  • Manfaat
  • a. TGC DBD Tim Gerak Cepat DBD adalah kesiapsiagaan, kewaspadaan dini dan respon menghadapi adanya kasus DBD di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Teluk Sasah yang dilakukan secara terkoordinasi dan terencana oleh tim yang terdiri dari Tim Dalam Gedung (PKM), Tim Lintas Program dan Tim Lintas Sektor. Adapun respon yang dimaksud adalah respon dalam upaya penanganan, upaya pencegahan dan pengendalian kasus DBD. Dengan adanya TGC diharapkan semakin cepat upaya penanganan DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Teluk Sasah b. Satu Rumah satu Jumantik Pemantauan langsung dari penghuni rumah akan lebih cepat dan untuk pengendalian penyakit tular vector khususnya DBD melalui pembudayaan PSN M3 PLUS c. PSN Serentak dan Kontinu PSN serentak akan sangat efektif menghilangkan nyamuk di wilayah kita. Apabila ini bisa terkoordinir dengan baik, nyamuk di wilayah masyarakat yang melaksanakan PSN akan terhindar dari nyamuk DBD. d. Publikasi Foto Merupakan satu dari upaya UPTD. Puskesmas Teluk Sasah dalam pemberantasan jentik nyamuk yaitu dengan memfoto rumah yang mana saat didatangi oleh Tim atau kader jumantik ditemukan jentik-jentik nyamuk kemudian diteruskan ke RT/RW/Kel/Desa setempat untuk ditindaklanjuti atau langsung mempublikasikan di media social untuk mendapatkan efek jera. Kegiatan ini sebelumnya sudah disosialisasikan ke RT/RW/Kel/Desa, selain itu juga di informasikan ke masyarakat melalui Media Sosial (FB/Whastapp) dan juga diinformasikan oleh Tim pada saat PSN ataupun pertemuan-pertemuan lintas sektor dan pertemuan dengan kelompok masyarakat tertentu. e. Pemasangan Stiker PSN di setiap Rumah Dengan adanya stiker PSN akan terlihat rumah yang terkontrol atau tidak melaksanakan sama sekali pemantauan jentik nya, untuk segera dapat ditindaklanjuti bersama perangkat Lintas sektor f. KIE pada keluarga dengan gejala demam umur 10 tahun atau kurang Merupakan upaya untuk segera melacak anak usia dibawah 10 tahun, karena angka kematian pasien DBD terjadi pada anak usia dibawah 10 tahun yang saat datang ke rumah sakit telah berada dalam kondisi yang parah. Dengan deteksi dini diharapkan dapat segera dilakukan pengawasan sebelum jatuh ke kondisi yang parah sehingga dapat mencegah kematian pasien DBD. g. Reward dan Punishment Dengan adanya Reward dan Punishment diharapkan memicu keinginan masyarakat agar terbiasa untuk menjaga lingkungannya, bila nanti sudah terbiasa untuk dijadikan pola hidup yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat.

  • File Pendukung
  • Download

  • Video